|
|
 |
 |
MEMPERSIAPKAN PELATIHAN UNTUK REMAJA
01 Agustus 2003, Reporter:
Minggu lalu, para remaja, Pramuka Penegak dan Pandega, yang mengikuti Raimuna 2003 telah kembali ke kampung dan sekolah masing-masing di kotanya. Siang itu, kita bangga bisa menyaksikan tidak kurang dari 7000 Pramuka Penegak dan Pandega, dengan tertib menunggu Ibu Megawati Soekarnoputri, yang karena agak flu, terpaksa datang terlambat lebih dari satu jam pada upacara pembukaan Raimuna di Yogyakarta.
.
|
| |
MENEMPATKAN MANUSIA SEBAGAI TITIK SENTRAL PEMBANGUNAN
01 Agustus 2003, Reporter:
Kendati telah lima tahun melaksanakan reformasi, namun kemajuan yang kita damba-dambakan belum dapat kita wujudkan. Bahkan sebaliknya, kemerosotan hampir terjadi disegala bidang.
|
| |
Agus Sulaksono, MBA, Dirut Bank Jatim MENGEJAR PAHALA DUNIA DAN AKHIRAT
01 Agustus 2003, Reporter: RW
Meski belum genap setahun menjabat sebagai Direktur Utama Bank Jawa Timur, Agus Sulaksono, MBA, dinilai banyak kalangan mampu menghadapi era perdagangan pasar bebas karena memiliki pengalaman selama beberapa tahun di luar negeri, seperti Hongkong dan Jepang.
|
| |
Masyarakat Luar Malang pun Gemari Krupuk Puli
01 Agustus 2003, Reporter: DH
Pemberdayaan masyarakat di sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah Malang, Jatim, ternyata berdampak menguntungkan bagi Tiana. Wanita yang aktif membuat krupuk puli ini mendapat suntikan modal usaha kredit mikro dari Bank Jatim Cabang Malang.
|
| |
Damandiri Akan Suntik UPPKS
01 Agustus 2003, Reporter: RW
Kelompok Usaha Peningkatan dan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang tergabung dalam Asosiasi Kelompok UPPKS (AKU) pada pertengahan Juli 2003 lalu kembali menggelar Rapat Kerja tingkat pusat guna meningkatkan kinerja para pengusaha kecil dan menengah agar lebih berkualitas dan dapat memasarkan hasil produksinya secara go internasional.
|
| |
Pramuka Harus Siap Hadapi Tantangan Demi Persatuan Bangsa
01 Agustus 2003, Reporter: RIS
Tantangan yang dihadapi pemuda Indonesia, khususnya yang tergabung dalam wadah pramuka ke depan akan semakin berat. Karena, selain menghadapi arus globalisasi yang begitu deras, juga disintegrasi bangsa yang mengarah kepada terpecah belahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karenanya Pramuka mendatang harus benar-benar siap menghadapi tantangan seberat apapun demi kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.
|
| |
Yayasan Dharmais Bekali Santri Pondok Pesantren Al Ishlah
12 Agustus 2003, Reporter:
Tak ada pilihan lain mendongkrak daya saing SDM Indonesia di kancah internasional, agar tidak lagi berada di posisi seperti sekarang. Pembekalan pelatihan ketrampilan yang merujuk pada usaha produktif menjadi salah satu alternatif. Sehingga, selain mampu membantu meningkatkan taraf hidup diri sendiri, juga mengangkat keluarga, masyarakat dan bangsa.
|
| |
| :: Index Artikel :: |
 |
|
|
|