Rabu 08 September 2010
  Beranda
  Profil
  Visi & Misi
  Ikhtisar Keuangan
  Berita
  Artikel
  Artikel Khusus
  Aktivitas
  Komunitas
  Redaksi
  Buku Tamu
  Kontak Kami
 
  Cari Artikel
 
   
 
   
Peningkatan mutu pendidikan menjadi tanggung jawab siapa?
Pemerintah
Pendidik
Masyarakat
MEMPERSIAPKAN PELATIHAN UNTUK REMAJA
01 Agustus 2003, Reporter:
Tidak seperti kakak-kakaknya yang lebih tua, yang akhir-akhir ini menonjolkan perbedaan untuk saling bertengkar dan menghujat, para Pramuka yang berkumpul itu masih tetap setia pada janjinya untuk tetap akrab dan justru mempergunakan kesempatan Raimuna 2003 minggu lalu sebagai arena memperbaharui persatuan dan kesatuan itu.
Lebih dari itu, dengan tekun para peserta Raimuna telah mengikuti pertemuan tentang lingkungan hidup yang menggelar pemanfaatan limbah untuk keperluan yang bermanfaat, berkenalan dengan alam sekitar yang penuh tantangan, serta memberi perhatian yang besar terhadap masalah-masalah yang menjadi tantangan jaman.
Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda, HIPPRADA, yaitu himpunan para mantan Pramuka yang berumur 25 tahun keatas, dan didirikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada tahun 1976, untuk pertama kalinya ikut secara aktif mengisi Raimuna 2003 tersebut. Selama sepuluh hari, mulai tanggal 8 – 17 Juli, telah menggelar berbagai acara bermutu dengan sangat baik. Acara harian berupa anjuran Gerakan Sadar Menabung (GSM) yang dilayani oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Jawa Tengah, Bank Bukopin, serta Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Nusamba, telah menarik nasabah yang cukup besar. Tidak kurang dari 1000 anggota Pramuka dan remaja telah mendaftar menjadi penabung baru yang menjanjikan.
Disamping itu, selama masa Raimuna, setiap hari, HIPPRADA, melalui Kemah Pembangunan menggelar acara pertemuan dan seminar dengan topik-topik yang menarik. Dalam pertemuan tentang Pramuka Masa Depan, yang dibawakan oleh Ketua Umum Hipprada, Prof. Dr. Haryono Suyono, sebagian besar sesepuh, yang datang dari berbagai propinsi, kabupaten dan kota, sangat prihatin terhadap perhatian pemerintah daerah dan anak-anak muda terhadap kegiatan Pramuka di daerahnya. Mereka merasa sedih bahwa banyak daerah yang anggota Pramukanya sekedar berbaju Pramuka, tetapi kurang mendapat pembinaan dari para pembinanya. Kekurangan dana atau kekurangan pembina nampaknya menjadi kendala yang sangat serius. Karena itulah para sesepuh sangat menaruh perhatian terhadap gagasan pengembangan Pramuka masa depan yang harus diperjuangkan untuk mendapatkan komitmen politik yang tinggi dari pemerintah dan masyarakat luas.
Di hari lainnya, Kemah Pembangunan Hipprada juga menggelar peringatan Hari Kependudukan Dunia, tanggal 11 Juli 2003, dengan acara pertemuan yang diisi ceramah dan diskusi kependudukan bersama tokoh Kependudukan yang terkenal, Prof Dr. Prijono Tjiptoherijanto, yang juga adalah Sekretaris Wakil Presiden RI, serta ahli kependudukan muda dari Universitas Indonesia. Kemah Pembangunan itu juga ikut merayakan Hari Koperasi tanggal 12 Juli 2003 dengan menggelar pertemuan unik dengan Mantan Menteri Koperasi Drs. Subiakto Tjakrawerdaja, juga penasehat Hipprada, serta ahli pemasaran kondang, Dr. Rhenald Kasali, Ketua Program Ilmu Manajemen Pasca Sarjana UI, yang khusus datang ke Yogyakarta untuk mengajak generasi muda memahami kompleksitas dunia usaha yang penuh dengan kesempatan tetapi sekaligus juga persaingan.
Untuk menghadapi masalah remaja yang akhi r-akhir ini menjalar hampir ke seluruh negara berkembang, Prof. Dr. dr. Farid Anfasa Moeloek, mantan Menteri Kesehatan RI, yang sekaligus adalah penasehat Hipprada, bersama PKBI Sleman, menggelar pertemuan yang menarik tentang kesehatan reproduksi dan bahaya HIV/AIDS yang mengancam generasi muda, siapa saja, tanpa padang bulu. Pertemuan tersebut berhasil mengungkap masalah-masalah aktual yang biasanya hanya dibicarakan dengan cara bisik-bisik diantara generasi muda yang tidak terlalu paham terhadap masalah yang dihadapinya. Dalam pertemuan itu mereka bebas bertanya, sekaligus bisa bertemu dan menggalang kerjasama untuk kegiatan di masa yang akan datang. Kalau kegiatan ini ditindak lanjuti di kalangan gugus depan dengan rutin, kiranya bahaya ketidak mampuan memahami kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS akan dapat ditangkal secara dini.
Sebagai negara dengan basis pertanian yang kental, Hipprada juga menggelar pertemuan dengan tema agroindustri yang dipandu oleh Prof. Dr. Ir. Soleh Solahudin, Penasehat Hipprada, yang juga mantan Menteri Pertanian RI. Dalam pertemuan itu diberikan gambaran dan kesempatan untuk mengembangkan usaha industri pertanian dan usaha lain yang terkait. Usaha-usaha itu bisa saja menjadi garapan anak muda desa di masa yang akan datang.
Disamping pertemuan-pertemuan ilmiah yang menjadi acara tetap setiap pagi, Hipprada, bekerja sama dengan Bank-bank tersebut diatas, setiap hari juga menggelar demonstrasi ketrampilan industri kecil dan usaha rumah tangga yang mudah ditiru. Para nasabah bank yang dianggap berhasil diundang untuk memberikan demo tentang usaha mikro yang digelutinya. Demontrasi itu memberikan gambaran secara gamblang tentang usaha-usaha mikro yang berhasil dan dukungan keuangan dari bank yang menjadi sponsornya. Kalau generasi muda ingin menirunya, dengan mudah mereka bisa mendapatkan pendampingan dan dana pinjaman dari bank, yang dimungkinkan karena kerjasama dengan yayasan Damandiri dalam program pemberdayaan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan. Kesimpulan sederhana yang dapat dipetik, Kemah Pembangunan Hipprada bisa dianggap sebagai contoh pelatihan remaja secara mandiri.
(Prof. Dr. Haryono Suyono, Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan)-Pengantar-PelatihanRemaja-28Juli2003

Artikel lainnya
MENEMPATKAN MANUSIA SEBAGAI TITIK SENTRAL PEMBANGUNAN
Agus Sulaksono, MBA, Dirut Bank Jatim
MENGEJAR PAHALA DUNIA DAN AKHIRAT

Masyarakat Luar Malang pun Gemari Krupuk Puli
Damandiri Akan Suntik UPPKS
Pramuka Harus Siap Hadapi Tantangan Demi Persatuan Bangsa

  Username
  @indra.or.id
  Password
 
 
RUSMELANI SAIN MASUK FAKULTAS KEDOKTERAN
GENERASI MUDA MENGGELAR MASA DEPANNYA
MEMBURU DUKUNGAN BELAJAR SEJAK DINI
PEMBERDAYAAN DAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO
MENJARING SISWA BERPRESTASI SECARA DINI
:: Selengkapnya ::


13716