Rabu 08 September 2010
  Beranda
  Profil
  Visi & Misi
  Ikhtisar Keuangan
  Berita
  Artikel
  Artikel Khusus
  Aktivitas
  Komunitas
  Redaksi
  Buku Tamu
  Kontak Kami
 
  Cari Artikel
 
   
 
   
Peningkatan mutu pendidikan menjadi tanggung jawab siapa?
Pemerintah
Pendidik
Masyarakat
Yayasan Indra Studi Banding Posdaya di Bogor
11 Maret 2009, Reporter: Dede
Yayasan Indonesia Damai dan Sejahtera (Indra) bersama Lembaga Pengembangan Masyarakat (LPM) dari sejumlah universitas dan pengurus Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) binaannya, belum lama ini mengadakan studi banding Posdaya di Bogor, Jawa Barat. Rombongan berjumlah 65 orang ini melihat langsung Posdaya Bina Sejahtera di Bogor, dalam kiprahnya mengentaskan kemiskinan masyarakat desa.

Dari enam universitas yang mengadakan studi banding di Bogor, tercatat yaitu Universitas Pancasila, Universitas Nasional Jakarta (UNJ), Universitas Mercu Buana, Universitas Tirtayasa (Untirta) Banten, Universitas Empat Lima (Unisma) Bekasi, dan Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STAI) Al-Muttaqin Karawang.
“Yayasan Indra sebagai koordinator enam LPM universitas ini bekerja sama dalam hal pembentukan Posdaya. Jadi, LPM masing-masing universitas ini bekerja sama dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) di sekitar kampus, mengadakan Gerakan 1000 Posdaya, seperti yang dicanangkan Ketua Yayasan Damandiri Bapak Prof Dr Haryono Suyono,” kata Dr Ratna Tjaja, SKM, wakil penanggung jawab Yayasan Indra dalam kegiatan pengembangan Posdaya yang bekerja sama dengan universitas.
Yayasan Indra, sambung Ratna, berkeinginan mempercepat pembentukan Posdaya yang ada di Indonesia. Jika satu SMA mendirikan satu Posdaya, setidaknya tiga SMA binaan LPM universitas masing-masing itu akan berdiri delapan belas Posdaya. Dalam hal ini kita mengadakan studi banding tentang bagaimana Posdaya di Bogor, sekaligus mengajak pengurus Posdaya untuk mempercepat pembentukan delapan belas Posdaya.
“Nah, kebetulan Instiut Pertanian Bogor (IPB) mengkoordinir beberapa universitas dan SMA, juga Posdaya di Bogor ini jarak terdekat dari Jakarta untuk mengadakan studi banding,” jawabnya saat ditanya mengapa mengadakan studi banding di Bogor, di sela pertemuan di gedung Yayasan Indra, kawasan Tebet, Jakarta, Sabtu pagi 7 Pebruari 2009.
Ditanya hasil yang diharapkan dari studi banding ini, Ratna berharap akan terjadi percepatan pengembangan Posdaya, bukan hanya seribu Posdaya, kalau bisa berkembang lagi lebih dari jumlah itu.
Ratna memaparkan juga tentang kegiatan Posdaya meliputi bidang kesehatan dan reproduksi (KB), Bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan bidang lingkungan. Untuk bidang kesehatan meliputi Posyandu, seperti penyuluhan hidup sehat, gizi, imunisasi, keluarga berencana (KB), pemeriksaan ibu hamil dan melahirkan, dan penyuluhan ibu menyusui. “Jadi, Posdaya sebagai salah satu kegiatan pemberdayaan keluarga agar masyarakat menjadi sejahtera,” ungkap Ratna, sebelum meluncur ke Bogor.
Dalam kesempatan itu, penanggung jawab Yayasan Indra dalam kegiatan pengembangan Posdaya Dr Srihartati P Pandi, MPH kepada Gemari menjelaskan, gotong royong yang menjadi modal sosial atau social capital bangsa kita ini sekarang sudah mulai menipis. Sebab itulah gotong royong ini perlu diangkat kembali melalui bina keluarga, seperti bina keluarga balita untuk bayi, kemudian remaja, dewasa sampai keluarga lansia. “Jadi, utama sekali yaitu social responsibility atau social capital,” ucapnya.
Rombongan dari Yayasan Indra yang mengadakan studi banding Posdaya di Bogor diterima ketua Posdaya Bina Sejahtera Asep Hilmansyah, didampingi Kepala SMA Rimba Madya Bogor Tjahjani, Sekretaris Eksekutif Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) IPB Dr Ir Panca Dewi, MHK, MS, dan Project Office Pelatihan dan Diseminasi Teknologi P2SDM IPB Ir M Yannefri Bachtiar, MSi.
Acara tanya jawab berlangsung di ruang Sekretariat Posdaya Bina Sejahtera, Kampung Bojong Menteng RT 02 RW 02 Kelurahan Pasir Mulya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Ketua Posdaya Bina Sejahtera Asep Hilmansyah memaparkan, Posdaya Bina Sejahtera berdiri usai lokakarya mini P2SDM IPB pada 8 Mei 2007 lalu, yang kemudian pada 21 Mei tahun itu langsung mengukuhkan pengurus Posdaya.
Dalam pertemuan itu Asep menghadirkan pula para anggota pengurus Posdaya, yang memberikan wawasan kepengurusannya di Posdaya Bina Sejahtera. Namun begitu, diakui Asep, mereka adalah orang-orang yang tidak biasa berpidato. “Maka jangan heran kalau pengurus Posdaya di sini tampil ngadegdeg,” kata Asep, maksudnya “deg-degan” karena jarang menghadapi tamu. DH

Artikel lainnya
Swamitra Koperasi Sudara Indra Beri Bonus Asuransi
Posdaya Bangun Jakarta
Info Kegiatan Prof. Dr. Haryono Suyono
DAMANDIRI AWARD 2005
Jadwal Kegiatan Prof. Dr. Haryono Suyono Periode Oktober 2005

 
Baca Komentar Isi Komentar
Kirim Berita Cetak Berita
  Username
  @indra.or.id
  Password
 
 
RUSMELANI SAIN MASUK FAKULTAS KEDOKTERAN
GENERASI MUDA MENGGELAR MASA DEPANNYA
MEMBURU DUKUNGAN BELAJAR SEJAK DINI
PEMBERDAYAAN DAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO
MENJARING SISWA BERPRESTASI SECARA DINI
:: Selengkapnya ::


13718