|
|
 |
 |
Yayasan Dharmais Bekali Santri Pondok Pesantren Al Ishlah
12 Agustus 2003, Reporter:
Sebagai bagian dari komponen bangsa, Yayasan Dharmais memiliki kepedulian tinggi. Kiprahnya pun tak diragukan lagi. Untuk mempersiapkan remaja dan pemuda menjadi generasi pembangunan yang potensial, dilakukan yayasan sejak beberapa waktu lalu. Setidaknya terlihat dari aktivitas yang tergelar di ‘pusat’ pelatihan, tepatnya di Pesantren Singkat Pelatihan Usaha Produktif, seperti di Bogor (Jawa Barat), Pengasihan (Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta), Takeran (Magetan, Jawa Timur), dan lain-lainnya.
Kegigihan pun kian nampak dengan dilakukannya acara Pembukaan Pesantren Singkat Pelatihan Usaha Produktif Angkatan I yang diselenggarakan Yayasan Dharmais bagi remaja potensial tahun 2002 berlangsung di Pondok Pesantren Al Ishlah Bondowoso, Jawa Timur. Pelatihan yang dimulai 21 Juli 2002 lalu ini, merupakan wujud kerja sama Pemerintah Daerah (Pemda) Bondowoso dengan Yayasan guna memberdayakan pemuda menjadi tenaga produktif di segala bidang.
Hadir pada acara tersebut Sekretaris Yayasan Dharmais Drs H Indra Kartasasmita, MSc, Asisten I Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso Syaifur Rachmani memwali Bupati, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Ishlah KH Ma’shum, Rektor Universitas Muhammadiyah Jember Prof Dr H Sutjipto, Kepala Dinas terkait, para camat, alim ulama, tokoh masyarakat, instruktur, orang tua calon siswa, dan lain sebagainya.
Ketua Yayasan Pondok Peantren Al Ishlah menginformasikan bila sebagian besar peserta pelatihan Angkatan I/2002 tersebut merupakan santri yang telah selesai mengikuti pendidikan tahap akhir pada beberapa pondok pesantren di sekitar Bondowoso yang akan diterjunkan ke masyarakat. “Untuk itu perlu diberi bekal ilmu ketrampilan agar mereka lebih optimal mengabdikan dirinya kepada masyarakat, tidak terbatas di bidang agama saja tetapi kertampilan yang merujuk pada usaha produktif sehingga mampu membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat dan dirinya,” ujar KH Ma’shum.
Lebih lanjut dikatakan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Ishlah, tercatat 40 santri yang mengikuti pelatihan Angkatan I/2002, dan 20 di antaranya berasal dari Pondok Pesantren Al Ishlah, selebihnya anak-anak putus sekolah dari keluarga masyarakat kurang mampu secara ekonomi.
Sekda Bondowoso Syaifur Rachmani menilai, program yang diberikan Yayasan Dharmais bagi masyarakat sangat sejalan dengan program pemerintah kabupaten di wilayahnya. Yakni dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat Bondowoso. “Karena itu hendaknya para calon siswa pelatihan agar dapat memanfaatkan kesempatan emas ini sehingga kelak dapat menjadi bekal hidup dan meningkatkan taraf hidup dimasa datang,” tandas Syaifur Rachmani.
Apa yang diucapkan Sekda Bondowoso sangat beralasan. Pasalnya, selain pelajaran agama, ketrampilan yang diajarkan kepada siswa pelatihan tersebut meliputi jahit menjahit, ketrampilan elektronik seperti service AC, radio, TV, kulkas, serta perbengkelan sepeda motor, serta ketrampilan membuat bakso, saos tomat dan sambal.
[Selengkapnya Baca Majalah Gemari Edisi September 2002]
Artikel lainnya
|
 |
|
|
|